Selamat datang di blog KJB! Selamat Anda telah mendapat peunjuk dari Tuhan sehingga diarahkan menuju webblog ini, Anda orang yang terpilih

Klik to Chat Admin

Sunday, December 27, 2015

BELAJAR GITAR

Fase belajar gitar, hendaknya melatih chord terlebih dahulu agar jari terbiasa memegang gitar, sekaligus secara langsung dalam latihan lagu agar tidak membosankan. Selain itu, siswa juga berlatih tempo ketika mengiringi lagu.

Untuk awal, dikenalkan chord tingkat satu (1). Yaitu chord C, F dan G. Baru kemudian chord tingkat 2, yaitu Am, Dm, dan E.


Pertemuan ke-1
Lagu Ambilkan Bulan
Chord (C,F,G)

Pertemuan ke-2
Lagu Ambilkan Bulan
Chord (C,F,G, Dm)

Pertemuan ke-3
Lagu Ibu Kartini
Chord (C,F,G, Dm, Am)

Pertemuan ke-4
Lagu Hymne Guru
Chord (C,F,G, Dm, Am, Em)


Tuesday, December 22, 2015

DANA AMANAH

Elang Putih berkata:

Saya mampir lagi, sedikit menjelaskan…
Yaa…memang, terlalu banyak pihak yang memanfaatkan situasi demi kesenangan sendiri. Dan selain itu ada beberapa pihak yang memang sengaja memperkeruh situasi. Apalagi dengan dibumbui nuansa klenik, mistis, figur proklamator, dokumen asli tapi palsu dan belum lagi menyangkut pihak luar negeri pula tambah runyam. Apalagi sudah ada yang nekat meluncurkan bukunya, tapi kebenarannya nihil.
Percayalah, informasi dana amanah yang anda dapatkan itu hanya sepotong-sepotong.
Dan itupun belum tentu benar. PENTING!!! Kerugian tidak akan dialami, jika TIDAK ADA nafsu ingin memperkaya diri sendiri dari dana amanah ini. Karena niat memperkaya diri sendiri itu bukanlah amanah.
Berikut saya sampaikan fakta yang ada mengenai dana amanah ini,
1. Dana amanah ada, masih aman di tempatnya. Dan tidak dapat dicairkan langsung, melainkan bisa digunakan sebagai jaminan di bank. Bank yang akan mencairkan jika jaminan tsb sdh diterima. Jadi pencairan dana amanah ini menggunakan mekanisme perbankan.
2. Dana amanah ini nilainya sdh dihitung, dan sdh diwujudkan dalam 1.200 rekening collateral (jaminan) yang telah disebar di seluruh dunia. Keseluruhan rekening ini telah digabungkan ke dalam 1 akses pembuka yaitu rekening khusus dengan nomor 103.357.777, Global Collateral Account.
3. Urungkan saja niat untuk mendapatkan dana amanah ini, jika cara mendapatkannya bukan lewat sistem perbankan. Memang benar, dana ini mempunyai dokumen-dokumen, tetapi masih tersimpan rapi di Bank of England (mengenai emas) dan UBS Switzerland (catatan kepemilikan).
Tidak ada seorangpun yang mampu mengurus ini. Walau dia adalah seorang pemimpin negara atau orang kaya berpengaruh. Jadi BULLSH*T jika ada yang menyatakan dirinya mampu. Kecuali Pemilik/Pemegang Amanah itu sendiri.
4. Sang Pemilik/Pemegang Amanah yang sudah muncul di Depok, Jawa Barat akan mengijinkan siapa saja yang ingin bekerjasama memanfaatkan dana amanah ini. Baik dari kalangan pemerintahan maupun perusahaan demi kesejahteraan bersama. Jangan rakus, tanggung sendiri akibatnya.
NAMANYA JUGA REKENING KHUSUS, YANG BISA MEMAHAMI INI JUGA ORANG KHUSUS.
a) Untuk melihat eksistensi rekening khusus 103.357.777 Global Collateral Account ini dapat dilakukan di Treasury (second screen/blue screen) di setiap bank sentral/bank komersial/sektor privat maupun bank nasional maupun internasional lain yang telah termasuk anggota Committee of 300 di tiap negara di seluruh dunia. (di Indonesia: Mandiri, BCA, BNI, BRI, Danamon).
b) Apapun hasil dari verifikasi tersebut, secara resmi tertulis silakan ditunjukkan kepada Sang Pemilik. Nah..proses kerjasama berlanjut dengan penerbitan Standing Instruction dari Sang Pemilik kepada pihak bank.
“Buah matang di pohon siapapun boleh memakannya, silakan berusaha untuk mendapatkannya (jika mau).”
— Elang Putih —
www garudhaputihagroindustri com
www thecollateralhouse org
youtube.com/watch?v=dLskybgFRGQ

-----
dikutip dari komntar dari blog https://adiluhung.wordpress.com/amanah-tipu-tipu/

Sunday, December 20, 2015

HIRUP

Oleh :  Q Laksa

SPIRITUALITAS MUHAMMAD S.A.W.


Tidak ada informasi yang valid mengenai berapa lama Muhammad SAW menyendiri di Gua Hira, berapa tahun, selama berapa hari, demikian pula perihal puasa saat di Gua Hira tersebut. Meski kita dapatakan informasi dari hadits-hadits namun diperlukan penelitian lebih lanjut soal validitas informasi tersebut.

Meskipun demikian, maksud yang diinformasikan tidaklah selengkap apa yang kita bayangkan di kehidupan kepadatan fisik ini. Namun apa yang disampaikan hanya berupa simbol-simbol, dimana simbol2 tersebut justeru lebih kaya dan lebih detil jika diterjemahkan dan dideskripsikan secara lengkap, akan membutuhkan waktu yang lebih lama proses penyampaiannya.

Maka dapat kita simpulkan,  bahwa menjelang turunnya nubuwah kepada beliau, telah dilakukan pembersihan diri terlebih dahulu. Dimana proses ini merupakan proses spiritual. Menyendiri adalah untuk agar dapat fokus pada diri sendiri, yaitu untuk mendengarkan diri sejati, dimana hal ini tidak dapat dilakukan ketika kita sedang beraktifitas dengan orang lain.

Menyendiri adalah meng-kaji diri. Sampai pada tahap menemukan ketiadaan diri dalam rangka memanifestasikan keberadaanNya. Bahwa apa yang ada pada diri kita, baik wujud material fisik, maupun jiwa, adalah hasil dari ciptaanNya, yang tiada lain adalah diriNya dalam personifikasi ciptaan, sebagai makhluk. Makhluk yang pada hakekatnya tidak ada.

dari ketiadaan itulah, maka, mengakibatkan ketiadaan material, jiwa, nafsu, ego, dan sebagainya. Dimana semua itu, fisik, ego, nafsu, adalah sejumlah magnit yang mengikat jiwa manusia pada kesadaran rendah, materi. Dengan mengosongkan diri an mengisinya dengan kesejatianNya, maka keterhubungan dengan Sang Maha segera tercipta. Hal ini terjadi karena diri kita menjadi ringan, karena beban kita sudah dilepaskan,  beban fisik dan jiwa, nafsu, ego, ketakutan, kekhawatiran. Berubah menjadi kepasrahan yang membuat kita terhubung kepadaNya.

Oleh karena itu, Muhammad SAW sebagai simbol unsur "kemanusiaan" merupakan unsur dan sifat yang ada ada dan mengisi di setiap ciptaan bernama "manusia" itu. Bahwa setiap manusia mampu mengalami perjalanan spiritual hingga memperoleh keterhubungan dengan Sang Maha. Mengalami tingkatan kesadaran yang lebih tinggi.

Pada tahapan ini, manusia menjadi bijaksana, karena memiliki pandangan yang sensitif terhadap segala hal. Memiliki visi multidimensional. Ia mampu membedakan kebohongan dan kejujuran secara lebih jelas dari orang biasa. Mengapa demikian? Karena penglihatannya meliputi semua dimensi, tidak hanya dimensi fisik, melainkan juga dimensi yang lebih halus, seperti getaran, frekuensi yang tak terlihat oleh mata. Kebohongan dan kejujuran adalah abstrak, hanya ada di dalam jiwa, dan jiwa memiliki getaran. Maka getaran itulah yang terbaca.

Ketika cinta telah terjalin antara orang tua dan puteranya, maka ketika keduanya sedang dalam keadaan jauh, akan terasa kerinduan, atau ketika tertimpa musibah. Itulah getaran jiwa. Dan getaran-getaran semacam itu dapat dibina menjadi lebih tajam dan sensitif. Terlebih dengan rasa Cinta kepada Sang Maha.

Pesan apapun yang akan disampaikan dari Sang Maha kepada kita akan langsung dipahami, tentu dengan cara yang tidak seperti komunikasi kita dengan makhluk.

Rasakan kenikmatan dan kebahagiaannya.!
Selamat mencoba!

Saturday, December 19, 2015

ALAM SEMESTA BERLAPIS


ALAM FISIK
Secara kasat mata, kita menganggap kehidupan hanyalah sebatas apa yang kita lihat dan sentuh. Alam fisik, benda-benda yang dapat disentuh dengan jari, diraba dan dirasakan teksturnya. Warna-warni yang dapat diidentifikasi oleh mata fisik, cahaya dan gelap dalam pergantian siang dan malam. Kekayaan rasa yang direspon lidah dan hidung, sedap, asin, asam, manis, pahit, getir, kesat, wangi, bau, badeg, tengik, dan sebagainya. Apa yang kita dengar seperti bunyi yang mengandung informasi, keindahan bunyi , buatan maupun alami, karya seni, dan sebagainya.

Indera kita dapat mengidentifikasi apa yang kita rasakan dalam kehidupan fisik ini untuk kemudian direspon, ditanggapi, diperlakukan bagaimanakah selanjutnya? Disikapi seperti apa?. Bisa sekedar dinikmati, diproduksi ulang untuk kesejahteraan dan kebahagiaan, untuk disyukuri dalam bentuk ritual maupun non ritual sebagai tanda terimakasih kepada Yang Maha Kuasa.

Indera kita sesungguhnya ada juga dalam entitas yang lain yang tidak dijelaskan secara terang-terangan dalam kitab suci sekalipun. Kalau pun ada akan ditutup-tutupi dan dialihkan pembahasannya.

Apa yang dapat kita respon dan rasakan dari kehidupan sesungguhnya masuk ke dalam jiwa, ruh. Disanalah letak akal kita, ada dalam jiwa dan ruh. Bahwa manusia tidak hanya berwujud fisik, melainkan juga non-fisik, batin, ruh, jiwa. Selama ini kebanyakan dari kita terlalu perhatian pada jasad fisik sehingga unsur jiwa berpotensi terabaikan. Sebenarnya penyeimbangan itu ada dalam konteks turunnya ajaran-ajaran dari apa yang kita sebut sebagai agama. Namun pada kenyataannya, setiap ajaran agama, terus mengalami distorsi, penyimpangan yang telah direncanakan, tentu dengan tujuan agar manusia tidak menemukan hakekat dirinya yang sejati. Karena diri sejati inilah yang akhirnya akan memiliki kesempurnaan pemahaman tentang kehidupan. Bahkan kehidupan multidimensional.

DIMENSI RUH
Jiwa manusia tidaklah hidup di alam fisik semata, melainkan di alam non-fisik, yaitu alam non fisik yang berlapis-lapis itu. Alam fisik yang sedang kita jalani sekarang berada di dimensi ke-3. Maka, jika kita terlalu fokus pada tubuh fisik, kita akan terhambat di dimensi ke-3 saja. Alam semesta di dimensi lainnya sudah diinformasikan di dalam kitab-kitab suci agama-agama, yang juga dialami dan dikunjungi oleh para pelaku spiritual. Kita sering mendengar orang-orang yang diberi anugrah luar biasa. Misalnya seorang tak pernah shalat jumat karena setiap jumat ia berada di Mekah. Atau seseorang bermimpi pergi ke langit ke tujuh dan bertemu dengan tokoh-tokoh, bahkan bukan mimpi. Lain lagi seseorang dapat mengobati penyakit dengan cara yang tidak lazim, misalnya hanya dengan mengobrol dan bercengkerama, dan ketika pulang sudah sembuh. Maka hal itu semua menandakan adanya berbagai rahasia kehidupan yang tersimpan di kehidupan dimensi lain.

Menurut informasi dari beberapa "channeling" dengan metode mediumisasi yang penulis saksikan langsung, bahwa mereka yang telah mati, berpindah ke dimensi lain, menjalani kehidupan yang sama, menjalani tugas yang sama, menjalani struktur sosial yang sama. Penulis mengidentifikasi kehidupan tersebut sebagai kehidupan di dimensi ke-4. Dimensi kehidupan lain yang tempatnya berada di dimensi ke-3 juga, fisiknya disini, namun tak kasat mata.

MENAIKKAN KESADARAN
Memang ada juga entitas lain yang diciptakan di dimensi sana dengan bentuk-bentuk yang tidak ada di dimensi sini. Mereka yang tidak terfikirkan oleh kita ternyata ada disana. Seperti dalam dongeng, mitos, cerita rakyat, legenda. Memang betul keberadaannya. Mereka adalah masyarakat yang beraneka ragam, bahkan mereka juga ada yang tidak saling mengenal. Persoalan ini sebenarnya terkait dengan pemahaman kehidupan secara universal. Misalnya diantara kita tentu ada orang-orang yang cara berfikirnya berdasarkan pengelompokan, golongan-golongan. Baik golongan berdasarkan agama, status sosial, dan sebagainya. Di dimensi sana juga akan terbawa jika saat kita mati masih dalam pemahaman yang demikian. Maka hendaknya pemahaman seperti itu segera ditinggalkan untuk agar kita bisa naik ke pemahaman yang universal, memahami perbedaan, untuk mendapatkan pemahaman ke-Satu-an. Itulah universalitas yang dimaksud untuk memahami bagaimana Yang Maha Kuasa adalah Maha Esa, yang menciptakan segala hal yang kita kenal, maupun yang tidak kita kenal. Agar kita menjadi bijaksana, dan memahami bagaimana pengabdian yang baik itu dilakukan untukNya.

Untuk memasuki kehidupan multidimensional,  kita harus memulainya dengan memerdekakan diri dari berbagai kontrol (kendali) dari berbagai pihak terhadap diri kita. Termasuk dari diri kita sendiri, itu karena dalam diri kita terdapat ego, nafsu, riya, yang bisa menghalangi kita masuk ke dimensi yang lebih tinggi. Itulah yang pertama, merdeka dari diri sendiri. Dengan demikian kita akan bisa menerima kehidupan seperti yang kita alami sekarang, tidak menolak, tidak marah-marah, tidak dendam, terhindar segala sifat negatif akibat dari segala hal yang menimpa kita.

Inilah langkah awal menuju kebangkitan kesadaran manusia.
Selamat mencoba!

Wednesday, December 16, 2015

HIRUP

Hirup urang di dunia,
moal bakal salilana,
isuk teuing iraha,

nyawa urang dipundut ku nu kawasa

 
ulah loba teuing pamenta
bisi kaduhung tungtungna
hirup mah mending biasa
sangkan diri urang teu katalangasara,
 

reff:
kamana atuh kasaha
gumantung hirup urip di alam dunia
iwal ka gusti anu sampurna
kanu mikanyaah urang salawasna.


-----
Lirik dan lagu : Ki Laksa
Musik : Purwo R.

Wednesday, November 25, 2015

Tuesday, November 24, 2015

PENINGKATAN SPIRITUALITAS

Manusia memiliki medan energi yang dibangun oleh kekuatan positif dan negatif, pikiran baik dan buruk, benar dan salah, gelap dan terang. Dualitas inilah ibarat dua titik yang menciptakan rentang energi. Namun seringkali kita terlalu dini memahami dualitas ini sehingga terjebak menjadi mempertentangkannya. Kita belajar logika sederhana, misalnya, bahwa kebaikan adalah sesuatu yang bermanfaat, sedangkan keburukan adalah sesuatu yang merugikan. Sementara itu, konsepsi untung-rugi tidak bisa melepaskan diri dari persepsi. Misalnya, premis bahwa nafsu adalah energi negatif, tentu konotasinya merugikan, tetapi akan berbeda ketika manusia tidak memiliki nafsu, misalnya nafsu makan, maka secara fisik ia akan mati. Tetapi dalam perspektif yang lain lagi, manusia dari segi jiwa tidak terbebani oleh kondisi fisik oleh karena tidak memiliki nafsu makan. Secara nilai, dualitas memang memiliki medan energi yang berbeda dan berlawanan, ini karena ketentuan yang sudah dibuat oleh Sang Maha Sumber, dimana polarisasi menjadi karma, sebab akbiat, seperti berteriak di tebing, maka teriakan itu akan kembali melalui pantulan. Oleh karena itu, perbuatan baik dan perbuatan buruk adalah dua kategori yang dapat membedakan tingkat energi spiritual. Semakin sedikit energi buruk, maka semakin tinggi tingkat spiritual seseorang. Dalam konteks peradaban, nilai baik-buruk (dualitas)menjadi parameter ketinggian suatu peradaban. Inilah inti dari apa yang disebut sebagai "kearifan". Dimana energi cinta dan kebijaksanaan selalu perbaharui di setiap era dan kelompok masarakat, lintas geografis, lintas ras, lintas zaman. Dibuktikan dengan diturunkannya utusan-utusan Sang Maha Sumber, orang-orang bijak, dan sebagainya. Dalam agama Islam terdapat pernyataan inti, bahwa agama Islam bertujuan memperbaiki perilaku manusia (akhlak). Maka pernyataan ini merupakan pernyataan yang sudah ada sejak lama dan menjadi alasan sekaligus jawaban Tuhan Yang Maha Esa kepada para malaikat ketika bertanya mengapa menciptakan Adam AS, dengan harapan tidak lagi menumpahkan darah. Kebaikan, adalah ilmu yang didapat dari belajar, belajar dari pengalaman, dari kehidupan, dengan cara mengambil hikmahnya, menyimpulkannya menjadi sari pati kehidupan yang lebih baik, yaitu lebih dekat kepadaNya. Maka dengan cara meninggalkan hal-hal buruk itulah yang akan mengangkat kita pada kedekatan dan keterhubungan kepada Sang Maha Sumber, Sang Maha Tinggi. Karena keburukan yang kita buat akan kembali pada diri kita, dan akhirnya memberatkan keterhubungan kita kepadaNya. Mari berbuat baik lebih banyak tinggalkan perbuatan buruk. Salam!

Thursday, November 12, 2015

KURSUS MUSIK DAN VOKAL DI SAUNG KI LAKSA KOTA SERANG

KURSUS MUSIK DAN VOKAL
=======================
1. Piano/Keyboard
2. Gitar Akustik
3. Bass
4. Biola
5. Vokal
5. Vokal Grup
----------------------------------
Metode belajar private
----------------------------------
KELAS REGULER:
dasar-dasar bermain musik,
membaca notasi balok.
tingkat kesulitan materi disajikan secara bertingkat,

----------------------------------
KELAS HOBBY:
melatih cara mengiringi lagu,
tingkat kesulitan lagu disajikan secara bertingkat,
(kelas vokal) melatih menyanyikan lagu sesuai permintaan.
----------------------------------------------------------
BIAYA (per-bulan):
- Kelas Reguler (alat musik) Rp. 200.000,-
                        (kelas vokal) Rp. 300.000,-
- Kelas Hobby (Alat Musik dan Vokal) Rp. 400.000,-
-----------------------------------------------------------
WAKTU BELAJAR
Hari sabtu dan minggu
jam belajar disesuaikan dengan pendaftar terdahulu.
----------------------------------------------------------
LAMA BELAJAR
- Dalam satu bulan, siswa belajar 4x (seminggu sekali),
- masing-masing selama 30 menit (untuk alat musik), 60 menit (untuk vokal)
-----------------------------------------------------------
PROSPEK
kemahiran bermain musik dapat terlihat setelah dua tahun belajar, itu pun jika siswa berlatih setiap hari di rumahnya selama (minimal) 30 menit secara konsisten. Jika memiliki bakat akan lebih cepat.
----------------
ALAMAT:
Perum Puri Anggrek blok E16B no.3 Jl. Kalimaya 9. no.3
Kel. Kalodran, Kec. Walantaka. Kota Serang

https://wa.me/6288973665932

==============================================================

Wednesday, October 7, 2015

Lagu Daerah Banten BASISIR CARITA

-


BASISIR CARITA

Endah basisir Carita
Panorama Selat Sunda
Dijugjug parawisata
Datang ti mancanagara

Ombak nu paudag-udag
Kikisik meresik resik
Batu karang patarenggang
Cita rasa kaendahan

Mun pareng srangenge surut
beungeut laut mungpuhurung kulayut
pamayang geus bebelayat
nyungsruk irup nyungsi urip keur isuk


---
https://www.youtube.com/watch?v=uAWn5jvP8EQ

Lagu Daerah Banten SURANTANG SURINTING



SURANTANG SURINTING
Cipt. Arif Zafrullah (Uloh)

Batur batur yok kumpul rerageman
Kula derbe sios dedolanan
Sing bangkit gawe ati senang
Sembarian ngisi waktu luang

Tapinane aja sesewotan
Sebab niki cuman dedolanan
Kedah heman kite jalin base
Persatuan sedanten warga Cilegon

Surantang surinting bibi semar nyolong gunting
Guntinge bibi laos sedakep tangan sios
Surantang surinting bibi semar nyolong gunting
Guntinge bibi laos sedakep tangan sios
---
https://www.youtube.com/watch?v=8bP27QyJf04

Lagu Daerah Banten UPUK UPUK



UPUK UPUK

Puk upuk, walang ngepuk
Si senong turune ngelumpuk
Puk upuk walang gencer
Si senong turune ngelonjor
Puk upuk walang pedang
Si senong turune ngebapang
Puk upuk walang udur
Si senong seladag seludug

Senong turune sing lali
Aja pati nangis bae
Mengko nana kucing garong
Mirong-mirong ning sor gentong
 ---
https://www.youtube.com/watch?v=_DmveHr5JFw

Lagu Daerah Banten ANGKAT SAMPEONG



ANGKAT SAMPEONG

Angkat sampéong bujang-bujang baria.
Héy barakaria, bagus temen rupa nira.
Solasih suling damis, menyan putih.
Pangundang déwa..."
Déwa-déwa sukma, bidadari manurunan sipatang puluh...
Ning arep ana wiwit, ning buri ana lalakon"
----
https://www.youtube.com/watch?v=xD3uwxDaLPk

Monday, September 28, 2015

Lirik lagu daerah Banten LAUT KIDUL

-




LAUT KIDUL
Oleh : Noname
Do= G (Female)
-
Duh waasna laut kidul
ngembat paul jiga2na gambar
mega bodas nangkleuk di awang2
kahibaran sang surya permata alam
-
cungkleuk leweung cungkleuk lamping
jauh ka sintung kalapa
liyeuk keu'eung liyeuk laik
jauh ka indung ka bapa
-
Duh waasna laut kidul mawa sasakala jaman baheula
putri geulis anu geus disangsara
dipisirik dipitnah lantarananan
-
Gunung madur Bayah di Banten Kidul
Lapat2 di kajauhan
Tanjung panto jiga nu ngadagoan
nu marayang geura marulang
=#=
----
Artinya:


Duh betapa mengesankannya laut selatan
membiru seperti lukisan
Awan putih berjongkok di langit
berhamburan diterjang matahari sang permata alam
-
sejauh hutan sejauh lereng 
jauh ke tepi sudut pepohonan kelapa
menoleh kesunyian, menoleh kepantasan
jauh dari ibu ke ayah
-
Duh betapa mengesankannya laut selatan membawa kisah masa lalu
Putri cantik yang telah disengsarakan
diiri an difitnah karenanya (kecantikannya)
-
Gunung Madur (di) Bayah di Banten Selatan
lamat-lamat di kejauhan
Tanjung Panto (di Banten Selatan) seperti menunggu
nelayan (yang memasang jayang/jaring) nersegera pulang

(diterjemahan oleh: Purwo Rubiono)
--------
https://www.youtube.com/watch?v=sTUt4fDYBv0

Sunday, August 2, 2015

Tuesday, March 17, 2015

PULO SANGIANG




Oleh : Purwo Rubiono, S.Ag.
Tidak diketahui mengapa dinamai pulo Sangiang, menurut wawancara dengan tokoh masyarakat pulo Sangiang, bahwa orang tua mereka sudah ada di pulau ini sejak tahun 1942, sejak zaman belanda. Surat-surat tanah milik mereka terbuat dari kulit dengan logo burung, dan kini dipegang oleh perusahaan Pondok Kalimaya yang konon masih keluarga istana di er orde baru, perusahan yang bergerak di bidang pariwisata ini menguasai wilayah pantai pulau ini, kini perusahaan tersebut sedang bangkru dan tak berlanjut pembangunan villanya yang sudah dua dan tiga lantai itu.

(Gambar: Penginapan di Blok Sepanjang yang dikelola oleh warga)

Jumlah penduduk pulau ini ada sekitar 54 kepala keluarga, dengan sebaran terbesar di blok Legon Waru sebagai pelabuhan utama yang ditempati sekitar 10 rumah dan masjid. Disini juga blok tempat tinggal Lukman  alias Sobred, ketua pemuda,  terdapat pula wc umum dengan tarif Rp. 3000,- fasilitas dengan air tawar, juga terdapat sebuah warung.


(Gambar : Pelabuhan utama di blok Legon Waru)
Legon Waru adalah blok dermaga utama yang dilingkupi rawa laguna (lagooon/legon), jarak dari laut ke dermaga sekitar satu kilometer melewati hutan bakau, dan pada saat surut tak dapat dilewati kapal. Oleh karena itu, lalu lintas Pulo Sangiang-Anyer tidak boleh lewat dari jam satu siang.




(Gambar: Masjid Al-Muhajirin, Pulo Sanghiang)
Tidak jauh dari Legon Waru, sekitar satu kilometer jalan setapak ke dalam terdapat Blok Sepajang, blok pantai berkarang dan sebagian kecil berpasir, pantai ini menghadap ke gunung anak Krakatau. Terdapat tiga rumah, yaitu rumah ketua RT, dan dua puteranya, Uyung dan Aang. Ketua RT berasal dari Cikoneng, Anyer, leluhurnya sudah lama tinggal di pulau ini.
(Gambar: Pak RT)

Disini terdapat fasilitas penginapan yang cukup memadai untuk wisata, dengan fasilitas WC umum dengan sumur timba meski jaraknya agak jauh dari penginapan. Adapun energi listrik ditopang oleh tenaga surya dan angin, peralatan tersebut merupakan sumbangan dari PT. SMI. Jika tak ada angin dan mendung, lisrik hanya bisa support sampai pukul 2 dinihari. Hal inilah yang nampaknya menjadi masalah prioritas. Energi.

(Gambar: Pak Halil, Imam Masjid Pulo Sangiang)

Sekitar sepuluh meter dari Blok Sepanjang ke dalam lagi terdapat Blok Kedongdong, ada tiga rumah, diantaranya rumah pak Holil, imam masjid sekaligus penghulu yang ditugaskan dari KUA Cikoneng. Namun beliau lebih sering menginap di Legon Waru karena masjid terletak disitu.

Dahulu, warga Pulo Sangiang sangat makmur, penghasilan mereka bersumber dari pertanian seperti Singkong, Pisang, Kelapa, Pete, Nangka, dan hasil pertanian lainnya, juga dari hasil laut seperti ikan dan kerang. Kemudian datanglah perusahaan wisata penginapan dengan membeli sebagian tanah warga di pantai, mereka mendatangkan oknum tentara secara ilegal untuk mengusir warga, namun gagal karena warga melapor ke kelurahan Cikoneng yang kemudian di lanjutkan ke DPRD Kab. Serang, tentara ditarik mundur. Tidak lama kemudian didatangan pula jawara, namun upaya ini pun gagal karena para jawara memiliki hubungan darah dengan warga. Dan upaya terakhir dengan mendatangkan babi hutan (celeng) agar perekonomian warga dari pertanian lumpuh lalu meninggalkan pulau. Hal ini pun gagal mengusir warga meski sudah dibantu oleh oknum dinas kehutanan. Dinas kehutanan datang ke pulau setelah kedatangan perusahaan.
Cita-cita warga Pulo Sangiang saat ini adalah ingin meramaikan wisata di pulo agar kesejahteraan masyarakat tercipta melalui kegiatan wisata yang dikelola oleh warga. Wisata yang potensial adalah Snorkling dan Fishing, yaitu wisata menyelam dan menembak/tombak ikan.

ikuti blog ini

Follow My Blog

Popular Posts

KARYA KITA